Kebijaksanaan adalah Pernafasan kekuatan Allah
Renungan Harian 8:42 AM
Dengan kuat ia meluas dari ujung yang satu ke ujung yang lain, dan halus memerintah segala sesuatu. (Keb 7:22-8:1)
Mazmur Tanggapan: Mzm 119:89-90,130,135,175; Bacaan Injil: Luk 17:20-25
Kita semua tentunya sudah familiar dengan
hikmat-kebijaksanaan yang datang melalui pengalaman hidup kita. Kita
belajar bahwa kita barangkali harus membayar seorang profesional untuk
mengerjakan reparasi yang mahal pada rumah tinggal kita, bukan
mengerjakannya sendiri. Kita juga belajar bahwa persiapan yang rajin
adalah resep terbaik guna mencapai sukses, dan membicarakan apa yang ada
dalam pikiran kita dengan orang lain tidak selalu merupakan ide
terbaik.
Ada juga hikmat-kebijaksanaan palsu, yang kelihatannya baik namun
menggiring kita kepada kebuntuan di ujung jalan karena dengan angkuh
menolak Allah. Misalnya, pesan yang populer menyangkut pemuasan-diri
tidak akan menghasilkan apa-apa selain relasi yang patah dan perbudakan
dosa. Sebagai alternatif tandingan dari jenis-jenis hikmat-kebijaksaan
manusia seperti disebutkan di atas, ada hikmat-kebijaksanaan yang
berdasarkan inspirasi ilahi, yang dideskripsikan sebagai “pantulan
cahaya kekal” (Keb 7:26).
O betapa indah dan penuh misteri hikmat-kebijaksanaan Allah itu!
Betapa tak terhingganya di atas kita adalah Allah yang Mahaagung dan
Mahaindah, yang adalah sang Hikmat-Kebijaksanaan itu sendiri! Ada masa
di mana hanya para bijak-bestari saja yang dapat bercita-cita untuk
memperoleh pengetahuan mendalam tentang Allah yang dibawa oleh
hikmat-kebijaksanaan yang matang-dewasa. Berbahagialah kita ketika
melihat kenyataan bahwa hikmat-kebijaksanaan ini sekarang tersedia bagi
dalam Kristus! Bagi kita yang percaya, Yesus adalah pernyataan Allah,
sakramen Allah Bapa. Karena Dialah kita menjadi anak-anak Allah, para
peserta yang ikut ambil bagian dalam hikmat-kebijaksanaan ilahi.
Hikmat-kebijaksanaan ilahi adalah sebuah karunia yang agung, dan
Allah memanggil kita untuk berpegang padanya dengan penuh penghargaan.
Marilah kita melindungi warisan kita ini dengan melawan segala dorongan
batin untuk melawan hikmat-kebijaksanaan Allah. Marilah kita memperdalam
pemahaman kita akan hikmat-kebijaksanaan-Nya dengan tetap berada dekat
dengan Yesus. Marilah kita menyediakan waktu yang sungguh cukup untuk
berdoa dan membaca serta merenungkan sabda Allah dalam Kitab Suci,
memohon kepada Roh Kudus agar membuka hati kita. Dengan demikian kita
akan belajar untuk menilai pikiran-pikiran dan tindakan-tindakan kita
yang dihadap-hadapkan dengan hikmat-kebijaksanaan sebagaimana dinyatakan
oleh Yesus.
DOA: Tuhan Yesus, aku menyambut-Mu ke dalam hatiku
dan ke dalam pikiranku. Bimbinglah aku dalam segala situasi yang harus
kuhadapi dan pengambilan keputusan yang harus kulakukan setiap hari.
Penuhilah diriku dengan hikmat-kebijaksanaan-Mu. Amin.
