Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat
Renungan Harian 11:54 AM
"Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di
situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: "Celakalah engkau
Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon
terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah
lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada
hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada
tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai
ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!
Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di
tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi
Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom
akan lebih ringan dari pada tanggunganmu." (Mat 11:20-24), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan sederhana sebagai berikut:
· Kota
Kapernaum yang dikecam oleh Yesus memang sampai saat ini masih ada,
berupa puing batu dan rerentuhan yang ditumbuhi oleh rumput liar; dan
memang masih ada beberapa tiang batu yang berdiri meskipun tidak utuh
lagi. Kota tersebut segera hancur dan tak terurus karena warganya jahat,
hidup dan bertindak hanya mengikuti selera pribadi, seenaknya sendiri,
kurang peka terhadap sesamanya apalagi dengan aneka macam sarana dan
bangunan. Maka sabda hari ini mengingatkan kita semua, khususnya warga
kota-kota besar dan kecil, yang pada umumnya ada gejala hidup dan
bertindak hanya mengutamakan kepentingan pribadi atau keluarga dan
kurang peka terhadap lingkungan hidupnya maupun sesamanya dalam satu
kota, satu RW dst.. Kepada kita semua kami harapkan mengusahakan,
memperdalam dan memperkuat kepekaan sosial, peka terhadap kebutuhan
sesamanya maupun dalam perawatan fasilitas umum. Kebejatan moral warga
kota besar juga terus berlangsung, antara lain menggejala diantara
orang-orang berduit dengan berpesta-pora, judi, pergi ke pelacuran,
mabok-mabokan, pesta miras maupun narkoba. Kami berharap anak-anak
sedini mungkin dididik dan dibiasakan hidup sederhana dan peka terhadap
kebutuhan sesamanya, terutama yang miskin dan berkekurangan. Sebagian
warga kota besar seperti Jakarta hemat saya bersikap mental bahwa harga
dirinya ada pada 'kemampuan membeli', setiap ada produk baru dibeli,
entah fungsional untuk dirinya maupun sesamanya tak ambil pusing. Maka
dengan ini kami mengharapkan para warga kota besar atau kecil untuk
bertobat, jika mendambakan kebahagiaan dan kesejahteraan sejati seluruh
warganya. Kami berharap mereka yang berpengaruh dalam hidup bersama di
kota-kota untuk menggerakkan pertobatan warga kotanya.
· "Baiklah
engkau keluar menemui Ahas, engkau dan Syear Yasyub, anakmu laki-laki,
ke ujung saluran kolam atas, ke jalan raya pada Padang Tukang Penatu,dan
katakanlah kepadanya: Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang,
janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api
yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dengan Aram dan anak
Remalya" (Yes 7:3-4), demikian firman Allah melalui nabi Yesaya. "Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang", inilah
yang hendaknya kita renungkan atau refleksikan bersama. Aneka godaan
atau rayuan untuk berbuat jahat atau berperilaku amoral hendaknya
dihadapi dengan keteguhan hati dan tenang. Percayalah jika anda memiliki
keteguhan hati dan ketenangan pasti akan mampu mengatasi dan
mengalahkan aneka godaan dan rayuan untuk berbuat jahat atau melakukan
tindakan amoral. Berteguh hati pada janji yang telah diikrarkan itulah
yang kami dambakan bagi kita semua, segenap umat beriman. Berpegang
teguhlah pada iman anda dalam menghadapi aneka godaan dan rayuan, alias
bersama dan bersatu dengan Tuhan anda pasti mampu mengatasi godaan dan
rayuan untuk berbuat jahat. Dalam menghadapi godaan atau rayuan
hendaknya juga tetap tenang, tidak tergesa-gesa, sebagaimana nasihat
orang Jawa yang sering mengatakan "Diamkan saja, nanti akan berhenti sendiri". Godaan
atau rayuan setan semakin ditanggapi pada umumnya semakin merajalela
dan anda tak akan mampu lagi melawannya, tanpa bantuan orang lain. Tentu
saja tenang yang kami maksudkan tidak berarti tidak berbuat apa-apa,
melainkan hendaknya dalam hati berdoa mohon kekuatan dan rahmat Tuhan
untuk menghadapi dan mengalahkan godaan atau rayuan. Berdoalah selalu
agar anda lepas atau terbebaskan dari aneka godaan dan rayuan setan.
"Besarlah
TUHAN dan sangat terpuji di kota Allah kita! Gunung-Nya yang kudus,
yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi; gunung Sion
itu, jauh di sebelah utara, kota Raja Besar. Dalam puri-purinya Allah
memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.Sebab lihat, raja-raja datang
berkumpul, mereka bersama-sama berjalan maju; demi mereka melihatnya,
mereka tercengang-cengang, terkejut, lalu lari kebingungan" (Mzm 48:2-6)
Redaksi : Rm. Ign. Sumarya, SJ
